Latest Posts

Sunday, August 29, 2010

When you Hate Me

I hate the way when you talk to me
i hate when you look at me
i hate when you read your mind
i hate you coz you always right
i hate you when you lie to me
and the most i hate is
i can't hate and stop loving you

oleh : sesorg yg telah menorehkan tinta dalam hidup ku
*telah lama waktu yg telah kita jalani
telah bnyak kenangan yg telah terpatri dalam fikiran ku
masa-masa itu, saat-saat itu
akan sulit untuk d lupakan
canda tawa yg mengiringi khdupan
isak tangis kesedihan dan penyesalan
luapan emosi kemarahan
dan dekapan hangat tangan yg membuat segalanya menjadi baik-baik saja
kau torehkan warna dan duka dalam hidupku
mengajarkan rasa yg belum pernah aku rasa
kau yg slalu bisa buat airmataku jatuh
kau yg slalu bisa buat ku tersenyum
kan ku pegang janji-janji yang telah kau ucapkan
janji yg slalu engkau banggakan
selamanya . . .
Selamanya goresan yg telah kau berikan akan tetap slalu membekas dalam hidup ku*
read more...

Uforia cinta mu


happymasih ingatkah kau dengan ini ? :tsk:
read more...

Nilai Sebuah Senyuman


Dia tidak meminta bayaran, namun menciptakan banyak.


Dia memperkaya mereka yang menerimanya, tanpa membuat melarat mereka yang memberinya.


Dia terjadi hanya sekejap namun kenangan tentangnya kadang-kadang bertahan selamanya.


Tak seorangpun yang meskipun begitu kaya mampu bertahan tanpa dia, dan tak seorangpun yang begitu miskin tetapi menjadi lebih kaya karena manfaatnya.


Dia menciptakan kebahagiaan di rumah, mendukung niat baik dalam bisnis, dan merupakan tanda balasan dari kawan-kawan.
Dia memberi istirahat untuk rasa letih, sinar terang untuk rasa putus asa, sinar mentari bagi kesedihan, dan penangkal alam bagi kesulitan.


namun dia tidak bisa di beli, dimohon, di pinjam, atau dicuri, karena dia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan kepada orang lain.


Karena tak seorangpun yang begitu lebih membutuhkan senyuman daripada mereka yang tidak punya lagi yang tersisa untuk diberikan.


Sumber : Dale Carnegie 'how to win friends and influence people'
read more...

Ayah Juga Lupa


Dengar nak, ayah mengatakan ini pada saat kau terbaring tidur, sebelah tangan kecil merayap di bawah pipimu dan rambut mu yang keriting pirang lengket pada dahimu yang lembap. Ayah menyelinap masuk seorang diri ke kamarmu. Baru beberapa menit yang lalu, ketika ayah sedang membaca koran di ruang perpustakaan, satu sapuan sesal yang amat dalam menerpa. Dengan perasaan bersalah ayah datang masuk menghampiri pembaringanmu.

Ada hal-hal yang ayah pikirkan, Nak, ayah selama ini bersikap kasar kepadamu. Ayah membentakmu ketika kau sedang berpakaian hendak pergi ke sekolah karena kau cuma menyeka mukamu sekilas dengan handuk. Lalu ayah lihat kau tidak membersihkan sepatumu. Ayah berteriak marah tatkala kau melempar beberapa barangmu ke lantai.

Saat makan pagi ayah juga menemukan kesalahan. Kau meludahkan makananmu. Kau menelan terburu-buru makananmu.
Kau meletakkan sikumu di atas meja. Kau mengoleskan mentega terlalu tebal di rotimu. Dan begitu kau mulai bermain dan ayah berangkat mengejar kereta api, kau berpaling dan melambaikan tangan sambil berseru, "selamat jalan, ayah!" dan ayah mengerutkan dahi, lalu menjawab "tegakkan bahumu!"

kemudian semua itu berulang lagi pada sore hari. begitu ayah muncul dari jalan, ayah segera mengamatimu dengan cermat, memandang hingga lutut, memandangmu yang sedang bermain kelereng. ada lubang pada kaus kakimu. Ayah menginamu di depan kawan-kawanmu, lalu menggiringmu untuk pulang ke rumah. kaus kaki mahal dan kalau kau yang harus membelinya, kau akan lebih berhati-hati! bayangkan itu, nak, itu keluar dari pikiran seorang ayah!
Apakah kau ingat, nantinya, ketika ayah sedang membaca di ruang perpustakaan, bagaimana kau datang dengan perasaan takut, dengan rasa terluka dalam matamu? Ketika ayah terus memandang koran, tidak sabar karena gangguanmu, kau jadi ragu-ragu di depan pintu. "kau mau apa?" semprot ayah.

Kau tidak berkata sepatahpun, melainkan berlari melintas dan melompat ke arah ayah, kau melemparkan tanganmu melingkari leher saya dan menciuw ayah. Tangan-tanganmu yang kecil semakin erat memeluk dgn hangat, kehangatan yang telah tuhan tetapkan untuk mekar di hatimu dan bahkan pengabaian sekalipun tidak akan mampu melemahkanya. Dan kemudian kau pergi, bergegas menaiki tangga.

Nah, nak sesaat setelah itu koran jatuh dari tangan ayah, dan satu rasa takut yang menyakitkan menerpa ayah. Kebiasaan apa yang sudah ayah lakukan? Kebiasaan dalam menemukan kesalahan, dalam mencerca. Ini adalah hadiah ayah untukmu sebagai seorang anak lelaki. Bukan berarti ayah tidak mencintaimu, ayah lakukukan ini karena ayah berharap terlalu banyak dari masa muda. Ayah sedang mengukurmu dengan kayu pengukur dari tahun-tahun ayah sendiri.

Dan sebenarnya begitu banyak hal yang baik dan benar dalam sifatmu. Hati mungil milikmu sama besarnya dgn fajar yang memayungi bukit-bukit luas. Semua ini kau tunjukan dgn sikap spontanmu saat kau menghambur masuk dan mencium ayah sambil mengucapkan selamat tidur. Tidak ada masalah lagi malam ini, nak. Ayah sudah datang ketepi pembaringanmu dalam kegelapan, dan ayah sudah berlutut di sana, dengan rasa malu!

Ini adalah sebuah rasa tobat yang lemah, ayah tau kau tidak akan mengerti hal-hal seperti ini kalau ayah sampaikan padamu saat kau terjaga. Tapi esok hari ayah akan menjadi ayah sejati! Ayah akan bersahabat karib denganmu, dan ikut menderita bila kau menderita, dan tertawa bila kau tertawa. Ayah akan menggigit lidah ayah kalau kata-kata tidak sabar keluar dari mulut ayah. Ayah akan terus mengucapkannya kata ini seolah-olah ritual "Dia cuma seorang anak kecil, anak lelaki kecil"

ayah hawatir sudah membayangkanmu sebagai seorang lelaki. Namun, saat ayah memandangmu sekarang, nak, meringkuk berbaring dan letih dalam tempat tidurmu, ayah lihat bahwa kau masih seorang bayi. Kemarin kau masih dalam gendongan ibumu, kepalamu berada di bahu ibumu. Ayah sudah meminta terlalu banyak, sungguh terlalu banyak.

* sebagai ganti dari mencerca orang, mari kita coba untuk mengerti mereka. Mari berusaha mengerti mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Hal itu lebih bermanfaat dan menarik minat daripada kritik, dan melahirkan simpati, toleransi dan kebaikan hati. "untuk benar-benar mengenal semua, kita harus memanfaatkan semua"

seperti yang di katakan Dr. Johnson "Tuhan sendiri tidak menghakimi orang hingga tiba pada akhir harinya."


sumber: dikutip dari salah satu jurnal klasik amerika 'ayah juga lupa' oleh 'W Livingstone Larned'
read more...
Powered By Blogger