Tuesday, February 2, 2010


lebah memiliki perasa'an dan sikap yang dalam bahasa AL-Quran, '' atas perintah tuhan ia memilih gunung dan pohon-pohon sebagai tempat tinggalnya.'' dan sarangnya di buat berbentuk segi enam bukanya segi lima atau empat agar tidak terjadi pemborosan dalam lokasi.
Yang dimakanya adalah sari kembang-kembang.
Lebah mengolah makanannya dan hasil olahannya adalah lilin dan madu yang sangat bermanfaat bagi manusia.

lilin digunakan untuk penerangan dan madu kata AL-Quran dapat menjadi obat yang menyembuhkan.

Lebah sangat disiplin, mengenal pembagian kerja, dan segala yang tidak berguna di singkirkan dari sarangnya.
Lebah tidak mengganggu kecuali ada yang mengganggunya, bahkan sengatannya pun dapat menjadi obat.

Nabi SAW..mengibaratkan seorang mukmin sebagai lebah, tidak merusak dan tidak pula menyakitkan: '' tidak makan kecuali yang baik, tidak menghasilkan kecuali yang bermanfaat,dan jika menimpa sesuatu tidak merusak dan tidak pula memecahkannya.''

Demikian kiranya, Nabi SAW menyiarkan islam tidak untuk menyesatkan umat, menghancurkan kehidupan manusia, atau mengajarkan suatu sikap, ucapan, dan pikiran yang buruk kepada manusia. Tetapi islam datang dengan kebenaran dan sebagai 'rahmatan lil 'alamin.'
read more...

Monday, February 1, 2010

Pemuda Minyak Kesturi

Ini adalah kisah nyata seorang anak muda, unik dan apik.
Kisah seorang pemuda yang harum tubuhnya.
Selalu menebarkan bau minyak wangi kesturi ke manapun dia pergi. Dia benar benar idola pas buat para pemuda dalam kreatifitas dan penjaga'an diri.
Senantiasa wangi sepanjang hari.

Nama pemuda ini adalah Abu Bakar AL Misky, abu bakar yang tubuhnya selalu wangi seharum minyak miski. Suatu hari ia di tanya : ''sungguh kami selalu mencium bau wangi darimu, apa sebabnya? ''

Dengan bersahaja dia menjawab : '' Demi Allah sudah bertahun-tahun aku tidak memakai minyak wangi. Adapun aroma wewangi tubuhku sebabnya begini.
Suatu ketika ada seorang wanita yang memperdayaiku.
Ia memasukkan aku ke dalam rumahnya lalu ia mengunci pintu-pintunya.
Selanjutnya ia pun merayuku dgn berbagai cara untuk memperdayaiku dan menjerumuskanku...''
'' aku pun bingung dan tertekan dengan tipu dayanya, aku lalu berkata kepadanya, '' aku mau ke belakang terlebih dahulu.''
aku meminta ia mengirim pembantunya untuk menyertaiku ke toilet. Iapun setuju.
Ketika aku masuk kamar kecil, aku ambil kotoran dan aku lumurkan ke seluruh tubuhku, selanjutnya, aku pun ke tempat wanita itu dalam keadaan yang berlumuran dgn kotoran. Nah, ketika ia melìhatku ia pun kaget, lalu ia memerintahkan pembantunya untuk mengeluarkan aku. Lalu aku pergi dan membersihkan diri, dam pada malam harinya aku bermimpi melihat seoran berkata pada ku :
''engkau telah melakukan apa yang belum pernah di lakukan sesorang selain mu. Sungguh aku menjadikan baumu wangi di dunia dan di akherat''.

Maka pada pagi harinya aku terbangun dgn kesturi yg keluar dariku. Yang demikian gtu terus berlanjut sampai sekarang.''

betapa dahsyatnya balasan bagi seseorang yg menjga kesucian dirinya? Allah memuliakan dgn anugrah terindah. Tubuh seharum minyak kesturi sebagai buah akhlak terpuji, menjaga takwa diri meski rayuan gombal menghampiri, dan mampu menjaga diri sa'at wanita cantik menawarkan diri.

Inilah kenikmatan terindah buah dari menghindari nikmat birahi. Awalnya sakit karena harus menahan diri, lalu kreatif mencari solusi dan berakhir dgn nikmat dari ALLAH Rabbul Izzati.
It lah Abu Bakar Al Misky, pemuda cerdas yang kreatif meluarbiasakan diri dgn cra terbaru, maka tubuhnya pun semerbak wangi sepanjang hari.
read more...

Bahan Bakar Neraka itu dari Yang Kecil

Ada seorang lelaki tua renta dan seorang anak kecil.
Ketika menyusuri sebuah sungai, lelaki renta ini menjumpai anak kecil sedang berwudlu sambil menangis.
Ketika di tanya, '' Nak, mengapa engaku menangis? '' bocah itu menjawab, ''wahai kakek, ketika aku membaca AL Qur'an aku menemukan firman ALLAH 'wahai orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu...'' ( at tahrim : 6 )

timbullah ketakutanku apa bila dilemparkan ke dalam api neraka.''
lelaki renta itu berkata, '' wahai anakku, janganlah kamu takut.
Engkau tidak akan di campakkan ke dalam neraka, sebab kamu belum baligh. Kamu belum layak untuk di masukan ke dalam neraka.''
anak itu menjawab, '' engkau kan orang yang berakal.apakah engkau tidak tahu bahwa ketika sesorang yang hendak menyalakan api, ia memasukan kayu bakar yang kecil dahulu baru kemudian memasukan kayu yang lebih besar...''
mendengar penuturan polos bocah kecil ini, menangislah kakek yang renta ini seraya berkata, '' sesungguhnya bocah kecil ini lebih ingat kampung akhirat daripada diriku. Dunia telah jauh menyeretku.'' ( AL Buka AL Mabrur )
coba simak, bagaimana seorang bocah bisa memahami makna lebih dalam dari pada seorang kakek yang renta yang telah banyak makan asam garam?
Kuncinya kecerdasan iman, kebersìhan hati dan kelurusan orientasi.
Ia fokus pada akhirat, mampu memandang dengan cermat, tak menyia-nyiakan apapun kecuali berusaha keras mengeksplorasi manfaat.



Sumber : zero to hero, solikhin abu izzudin
read more...
Powered By Blogger